|
Pengantar
Dengan makin berkembangnya teknologi
dan penggunaannya di kalangan masyarakat luas, internet makin
menjadi bagian kehidupan sehari-hari. Mencari informasi, membaca
berita, berkomunikasi dengan email atau secara real-time
dengan chatting, atau berdiskusi lewat mailing list
merupakan contoh hal-hal yang sering dilakukan orang dengan
internet. Media ini ternyata juga bisa dimanfaatkan para geograf
untuk mempublikasi ide-ide mereka dengan web mapping, bahkan
penyajian melalui internet mempunyai target yang lebih luas
dibanding cara-cara tradisional seperti seminar, buku atau jenis
presentasi lainnya, karena bisa diakses siapa saja, di mana saja dan
kapan saja selama bisa terhubung ke internet.
Sebelum lebih jauh membahas web
mapping, penulis membatasi pengertian web mapping menjadi
:
- Secara harfiah web mapping berarti pemetaan internet,
tetapi bukan memetakan internet, dan tidak berarti hanya
menampilkan peta (yang berupa gambar statis) ke dalam sebuah situs
internet. Jika hanya menampilkan peta statis pada sebuah situs
maka tidak ada perbedaan antara web mapping dengan peta
yang ada pada media tradisional lainnya.
- Web mapping bukanlah memindahkan aplikasi SIG
desktop ke dalam bentuk web-based walaupun
memungkinkan untuk itu. Pengguna internet berasal dari berbagai
kalangan dengan berbagai kemampuan atas SIG, dari yang tidak tahu
sampai ahli.
- Web mapping memanfaatkan fungsi interaktivitas yang ada
pada aplikasi SIG ke dalam bentuk web.
Pendahuluan
Untuk membuat web mapping, maka
yang harus diperhatikan sebelumnya adalah:
- 1. Untuk apa dan bagaimana web mapping itu dibuat.
- - Menampilkan peta dengan kemampuan interaksi sederhana,
seperti perbesaran, perkecilan dan pergeseran gambar.
- - Media untuk sharing, peta bisa di-download
untuk kemudian diedit (manipulasi) sesuai dengan kebutuhan.
- - Menampilkan dengan kemampuan interaktivitas yang lebih
banyak, misalnya menghitung jarak antara dua titik, atau membuat
rute dari sebuah titik (awal) ke titik lain (tujuan) melalui
jaringan jalan yang ada (MapQuest menyajikan dengan baik fasilitas ini).
- - Memindahkan aplikasi SIG desktop ke program SIG berbasis
client-server melalui browser internet, walau
sebelumnya disebutkan ini tidak termasuk web mapping,
tetapi secara teknis hal ini dimungkinkan, dan merupakan web
mapping lanjutan.
- 2. Untuk siapa ditujukannya.
- - Untuk masyarakat luas.
- - Untuk praktisi.
- 3. Berapa anggaran yang dimiliki.
Menyajikan Peta Melalui
Internet
Walaupun bukan satu-satunya cara, peta
tetap menjadi alat yang efektif bagi geograf untuk menyampaikan
pikirannya. Sebagai contoh, presentasi sebuah mata kuliah disajikan dengan baik oleh Andreas Neumann.
Web mapping bisa dibuat sebagai
perangkat pengawasan (monitoring) sebuah pelaksanaan
pekerjaan/proyek, khususnya yang menyangkut masalah ruang. Jika
dihubungkan dengan sebuah database yang selalu up-to-date
atau real-time, web mapping juga bisa menjadi
informasi yang bagus bagi masyarakat luas, misalnya peta informasi
kemacetan jalan yang ditampilkan di situs CBN CyberMap,
atau yang menampilkan informasi cuaca seperti di Weather
Underground.
Tetapi peta bukan hanya milik geograf.
Kecenderungan penyajian peta melalui internet pun makin bertambah.
Di beberapa negara bahkan peta yang dipublikasi lewat internet bisa
dilihat melalui alat yang bisa dibawa kemana-mana (portable)
yang memiliki kemampuan GPS sehingga bisa dijadikan panduan untuk
bepergian (DashPC).
Peta (web mapping) juga bisa
menjadi menjadi alat promosi bagi dunia usaha, bahkan sebagai alat
usaha itu sendiri. Pada sebuah situs web mapping bisa dimasukkan
lokasi-lokasi perusahaan misalnya, sehingga konsumen atau calon
konsumen bisa melihat dimana mereka bisa mendapatkan yang mereka
yang dekat dengan mereka.
Satu keunggulan web mapping
dibanding peta konvensional adalah interaktivitas. Peta yang
ditampilkan bisa menjadi dinamis menurut besaran, lokasi/arah,
waktu, sekala dan tema. Pengunjung bisa memilih sendiri informasi
apa yang ingin mereka lihat, dan menampilkannya secara bersamaan.
Beberapa situs web mapping bahkan memasukkan fungsi analisis
seperti menghitung jarak, membuat rute, pengelompokan data dan
sebagainya.
Pemilihan Teknologi
Ada dua kategori besar cara penyajian
peta melalui internet, yaitu dengan :
- Mengikuti program yang sediakan pihak lain (ASP,
Application Service Provider).
Adalah cara
tercepat menyajikan peta pada situs internet. Kini banyak penyedia
jasa ini, bahkan sudah ada perusahaan di Indonesia yang
melakukannya. Bagian ini tidak dibahas lebih lanjut.
- Mengembangkan sendiri.
Untuk
mengembangkan sendiri web mapping sangat terkait pada
anggaran dan sumber daya manusia yang dimiliki. Pilihan teknologi
untuk mengembangkan sendiri juga sangat banyak, mulai dari yang
sederhana dan gratis, sampai yang rumit dan mahal, atau membuat
teknologi sendiri. Tetapi tidak selamanya yang gratis atau murah itu
sederhana dan yang mahal itu rumit.
Salah satu
keuntungan mengembangkan web mapping sendiri adalah
ketersediaan untuk memperbaharui (updating) data kapan saja,
dan bahkan bisa terus meningkatkan kemampuan web mapping yang
sudah ada (upgrading). Keuntungan lainnya adalah bisa
disesuaikan dengan keinginan sendiri (customizable).
Data Vektor
atau Raster? Peta yang ditampilkan bisa salah satu dari
keduanya. Jika tujuan pembuatan web mapping adalah sebagai
sharing data, sehingga pengunjung bisa men-download
peta yang bisa diedit dengan software SIG , maka pilihannya adalah
pada data vektor. Saat ini OpenGIS® Consortium (konsorsium
internasional untuk pengembangan SIG terbuka) sedang mengembangkan
Geography Markup Language (GML), satu standar format data
vektor bereferensi geografis dengan basis XML (eXtensible Markup
Language). Untuk membuat peta dari GML dibutuhkan penerjemah
grafis dari elemen-elemen GML itu, salah satunya, dan yang banyak
digunakan adalah Scalable Vector Graphic (SVG). Keunggulan
format ini adalah akurasi data tetap terjaga walaupun peta
diperbesar beberapa kali.
Dari banyak
teknologi (software) web mapping yang ada, sebagian
besar menampilkan peta dalam bentuk gambar raster. Di belakang
layar, data vektor tetap digunakan, dan saat pengunjung menginginkan
peta pada satu wilayah tertentu, program akan membuat dan
menampilkan peta yang diinginkan itu. Keunggulan dengan cara ini
adalah lebih cepat, karena besarnya data (yang diterima pengunjung)
akan relatif tetap, dibandingkan dengan data vektor yang jika
menampilkan data dengan cakupan wilayah luas dan datanya besar, maka
waktu yang dibutuhkan untuk mengambil data akan semakin lambat
(kecepatan pengambilan data berbanding lurus dengan besarnya
data).
Dukungan
Database Menampilkan peta pada prinsipnya adalah menampilkan
data, selain kemampuan menampilkan data spatial, software
yang digunakan juga harus mendukung data-data atribut yang menyertai
data spatial. Jika web mapping dibuat untuk menampilkan data
yang kontinyu maka dibutuhkan dukungan database yang baik, kemampuan
memperbarui data (updating) dan sebagainya. Jika
interaktivitas menjadi hal penting, maka dukungan database
yang bisa melakukan pencarian atas atau berdasarkan fitur keruangan
mutlak diperlukan.
Kecepatan
Akses Pengunjung internet berasal dari berbagai kalangan,
dengan berbagai jenis sistem koneksi untuk menghubungkan komputer
mereka dengan jaringan internet. Seorang pengunjung mungkin akan
bisa mengakses sebuah situs web mapping dengan cepat, tetapi
pengunjung lainnya mungkin akan merasa sangat lama. Kecepatan akses
ini tergantung pada jenis software yang digunakan,
jenis/kualitas koneksi yang dimiliki server web mapping itu
dan jenis/kualitas koneksi yang digunakan pengunjung saat mengakses
situs web mapping. Beberapa software mengharuskan
pengunjung untuk men-download satu atau lebih plug-ins
(tambahan fungsi pada browser untuk menjelajah internet),
software lain juga menggunakan program berbasis java
(applets). Keharusan-keharusan itu akan menambah waktu akses
sehingga menjadi lebih lama.
Kartografi Supaya
ide-ide yang ingin dipublikasikan bisa sampai ke pengunjung, maka
peta harus dibuat semenarik mungkin dan tidak membingungkan. Di sini
kartografi memegang peranan yang sangat penting. Aplikasi kartografi
pada peta untuk internet mungkin akan berbeda dibandingkan dengan
kartografi untuk peta konvensional pada kertas.
Software
Web Mapping Berikut adalah daftar produk web
mapping atau SIG yang bisa diintegrasikan dengan web (dari web-mapper.com) :
Tabel-tabel
berikut mencoba membandingkan sebagian software web mapping
yang ada: Tabel 1, Tabel 2, Tabel 3, (sumber: Geoplace).
Situs Web
Mapping
Di Indonesia,
masih sedikit situs yang menjalankan web mapping, daftar
berikut diambil dari Direktori GIS Indonesia di situs ini, yaitu :
Sedangkan
situs-situs web mapping luar negeri sangat banyak, selain
dari daftar software di atas (biasanya software tersebut
menampilkan contoh web mapping yang menggunakan
software buatan mereka), situs-situs web mapping luar
negeri bisa dilihat di Geoplace, Geocomm, dan sebagainya.
Kendala
- Tingkat penggunaan internet.
Walau memiliki
kecenderungan meningkat, penggunaan internet di Indonesia masih
sangat sedikit dibandingkan jumlah penduduk, dan masih terpusat di
kota-kota besar (APJII).
- Infrastruktur telekomunikasi di
Indonesia.
Penggunaan internet sangat tergantung pada
infastruktur telekomunikasi. Monopoli telekomunikasi yang
menjadikan biaya tinggi dibandingkan tingkat pendapatan rata-rata
penduduk Indonesia. Belum lagi buruknya kualitas infrastruktur
itu.
- Data dasar.
Belum semua wilayah di Indonesia sudah
terpetakan, dan dari yang sudah terpetakan belum semuanya ada
dalam format digital. Pemerintah pun masih menanggap peta sebagai
rahasia negara, sehingga distribusi menjadi sulit, padahal pihak
lain (baca: luar negeri) dengan teknologi yang mereka miliki bisa
mengambil (hampir) semua wilayah di Indonesia lewat satelit.
Bahkan sebuah perusahaan di Inggris pernah menjual foto udara
instalasi rahasia negara itu kepada umum (detik.com).
Referensi dan Link
Diskusikan artikel ini pd forum. (0 posting) |